(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS;Ali-Imran ; 191)
Senin, 20 September 2010
Untuk Apa kita Berilmu ?
Assalamu'alaikum wr.wb
Semoga bulan suci yang telah kita lalui menjadikan kita orang-orang berTAQWA sebagaimana hadiah bagi pemenang selama satu bulan. Kemudian, Sapaan syawal penuh kemenangan menempatkan kita pada maqam orang-orang yang pemberi maaf nan suci. Mohon dibuka pintu maaf dan semoga limpahan kasih Sayang Allah selalu buat shahabat.
Adalah 5 tahun yang lalu seorang santri mengambil KEPUTUSAN untuk belajar ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming). Sebagaimana tradisi, keberkahan ilmu ada pada keIKLASAN sang Guru. Maka sang santri kembali kepondoknya dulu menimba ilmu Agama untuk meminta restu akan NIAT nya itu kepada Gurunya.
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Senin, September 20, 2010
0 Komentar
Senin, 02 Agustus 2010
Untuk Apa Saya Melakukan ini ?
Assalamu’aliakum wr.wb
Shahabatku yang baik. Semoga Cinta dan Kasih Sayang Allah selalu dapat kita rasakan dengan penuh kesyukuran. Yaitu melalui kerja dan aktivitas kita dihiasi cinta. Sehingga setiap detik yang terus meninggalkan kita, menjadi bukti catatan amal bagi kita kelak, saat Allah membagikan kitab amalan kita masing-masing diyaumil qiyamah.
Dikisahkan adalah seorang murid yang sedang berusaha terus mendekatkan dirinya kepada Allah. Aktivitas nya sehari-hari bekerja sebagai staf perusahaan yang bergerak dibidang jasa. Dia diamanahi pada posisi penanggung jawab, produk development perusahaan tersebut. Dalam perjalanan menggapai Ridho ilahi. Sang murid merenung dan sering melakukan kontemplasi, Apakah yang dia kerjakan sudah diridhoi oleh Allah?
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Senin, Agustus 02, 2010
0 Komentar
Kamis, 10 Juni 2010
Wallahu Sami'ul Bashir
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat saya yang di Cintai oleh Allah. Dimana Setiap doa yang dipanjatkan untuk kebaikan-kebaikan dirinya demi kebahagiaan diri serta membawa kebaikan buat manusia. Selalu Allah kabulkan. Amin.
Kemarin tatkala saya melakukan aktivitas dipagi hari sebelum berangkat ketempat saya berusaha dan mengembangkan kualitas prima dalam diri saya. Terbesit dalam diri saya kalimat kalam ilahi ”Wallahu sami’ul bashir” (Sungguh Allah Maha Mendengar dan Melihat).
Mungkin bagi Anda yang pernah membaca Al-Quran atau bahkan mendengar lantunannya. Tidak asing kalimat itu berulang-ulang dan biasa saja. Persis seperti saya dulu. Bagi saya kalimah itu sudah saya dengar semenjak saya kecil dan membaca nya.
Kemarin pagi, kalimah itu kembali terdengar, tetapi dengan makna yang berbeda. Perbedaan itu akibat dari perbandingan pemahaman makna dulu dengan sekarang. Kalau dulu, saya memahami Maha mendengar dan Maha melihat itu adalah kemilikan Allah semata. Maksudnya, apapun yang kita katakan dan kita perbuat, Allah mengetahui dan mendengar, sampai terbesit dalam hati dan fikiran kitapun, Allah sungguh mendengar dan melihatnya. Sehingga makna itu biasa saja (lumrah bagi Allah / tidak ada keraguan bagi Nya) serta saya Yakini.
Perbedaan saat ini, kalimat itu (mendengar dan melihat), saya asosiasikan kepada diri saya (Bukanlah saya bisa melihat atau mendengar segala nya). Tetapi, selama ini ternyata ada maksud dan pembelajaran yang terlewati. Apa rahasia dibalik peletakan kata ”Sami’” (Mendengar) terlebih dahulu, baru kemudian ”Bashir” (melihat) dalam Al-Quran.
Sementara kalau kita amati secara anatomi. Telinga Allah ciptakan pada posisi kiri dan kanan. Sehingga, suara-suara (informasi) baik depan-belakang, atas-bawah mampu tercapai dengan baik. Bayangkan kalau telinga berada pada posisi mata?
Kemudian, Sebagaimana kita tau bersama, bila seseorang bermasalah dengan pendengarannya, pasti keseimbangan tubuhnya terganggu. Setelah itu, dalam hal komunikasi (dalam konteks apapun), kejelasan statemen (pendapat) baru kita peroleh informasi yang lengkap, setelah adanya kelengkapan informasi melalui auditory. (Menyimak dan mendengar dengan seksama).
Setelah rasa penasaran muncul terhadap ayat ini, ada pengalaman menarik yang saya alami. Satu persatu Allah kuatkan keSADARan saya dengan bukti-bukti kauniah. Saya meyakini ini bukan sebagai kebetulan, melainkan karena fokus kesadaran yang terpusatkan pada lingkungan sekitar.
Adalah salah satu milist yang saya ikuti. Seorang member Pak Harry Uncomon namanya, beliau sharing pengalamannya (tentang power of liestening, merupakan komentar dan tambahan dari artikel Pak Yasir) dengan sales kartu kredit sebuah bank swasta. Inti sharing pak Harry adalah sales tersebut tidak mendengarkan kemauan dan apa yang telah pak Harry sampaikan sebelumnya, melainkan asyik dengan penjelasannya. Apalagi, maunya sales itu, orang yang dia telf (Pak Harry) mendengarkannya. Hasilnya apa? Ya, sales itu berhasil melakukan closing tanpa ada tranksaksi, kecuali ucapan terima kasih atas penawarannya.
Kemudian saya baca buku ”Mengikat Makna” karya pak Hernowo. Dibuku itu pak Hernowo sharing akan kekuatan mendengar, dan hubungannya dengan menulis. Beliau cerita, dulu pernah ikut latihan menyanyi syair-syair para sufi. Menurut beliau, latihannya lumayan menyulitkan (karena belum tau caranya). Kemudian mentor pak Hernowo menyampaikan ”Dengarkanlah lagu itu dengan penuh ketenangan, hingga suara itu masuk kedalam batinmu. Setelah itu, dengarkan suara-suara yang ada dalam dirimu, dan keluarkanlah suara itu melalui lantunan suara indahmu”. Pak Her pun melakukannya. Hasilnya sangat memuaskan, Pak Hernowo menganggap, itulah pertama kalinya, nyanyian beliau menyatu dengan suara penyanyi sufi.
Beliau melanjutkan, dalam menulis juga demikian. Dengarkan setiap suara-suara pada sekeliling kita. Apapun yang terdengar. Kemudian, masukan ia kedalam jiwa kita. Setelah itu, dengarkan kembali suara-suara didalam diri. Langkah selengkapnya adalah tuangkan ia dalam tulisan. (kiat mudah menulis). (Mungkin suara-suara dalam diri, banyak kita abaikan selama ini ya? Padahal setiap hari, ada 60.000 kata-kata melintas dikepala kita. Dan kalau kita tuangkan kedalam tulisan, sudah jadi berapa halaman perhari ?)
Bahkan, saat anda membaca note ini, anda mendengar suara bacaan suara anda sendirikan? Dalam proses belajar memahami diri sendiri, intrspeksi, kontemplasi atau renungan (Self Awarness) pun juga demikian. Mendengar akan lebih mengetarkan rasa. Sehingga kepekaan terhadap titik atau point yang kita fokuskanpun, semakin terasa dan terSADARi. Bukankah saat konflik batin, sebenarnya kita sedang mendengar kata-kata mana yang mau kita ikuti?
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Kamis, Juni 10, 2010
0 Komentar
Selasa, 27 April 2010
Akhirnya datang Juga
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang baik, semoga tiap langkah yang telah terlewati adalah ciptaan sejarah kehidupan pribadi kita, sedang berikhtiar berharap takdir baik bagi kecemerlangan hidup, yang kita mohonkan kepada Allah.
Masih ingatkah anda acara Akhirnya datang juga di salah satu stasiun TV kita? Dimana acara tersebut dikemas dengan harapan dapat menghibur dan membuat kita tertawa. Sambil kita melepaskan kepenatan aktivitas kerja, dimana membuat urat-urat saraf menguat keras.
Para pemain pun, artis-artis yang memang berprofesi didunia hiburan (Lucu), juga ada pemain sinetron. Acara tersebut di jurii oleh Om Didi, Parto dan Desi ratnasari. Sebuah rangkaian acara, mungkin benar-benar seperti disampaikan, para pemain berakting tanpa dikasih tau naskah atau ide ceritanya. Disini mereka dituntut untuk mengalir dengan kisah alur cerita yang telah dirancang oleh crew.
Adapun yang menjadi klu untuk mereka tentang lakon yang akan dijalani adalah seragam (kostum) yang mereka kenakan. Kostumnya berbagai macam. Saya teringat, komeng pernah menggenakan kostum montir yang kotor, lengkap dengan obeng dibelakang sakunya. Ternyata dia melakoni sebagai Presiden direktur sebuah perusahaan.
Kostum yang mereka kenakan terkadang pula, sesuai dengan kisah yang akan dilakoni. Benar-benar rahasia. Para bintang tamu (pemain) hanya melakoni, mengalir saja dengan sekenario yang dinginkan. (tanpa mengetahui alur cerita).
Sementara itu, sebelum shalat isya saya membaca status Guru Asep Hairulgani (Pengasuh Pondok Pesantern Hypnotherapy Ciputat). "Kang, saya memilih TIDAK MENIKAH saja" kata perempuan pemain teater sebelas tahun lalu. " Boleh-boleh saja dan tiada nash yang mengharamkan seorang wanita melajang. Hanyasaja siapapun yang ingin menimati drama terbesar dalam kehidupan dan memutuskan diri melajang, ibarat Menunggu Godot". Entah kenapa, kemudian sang sahabat ini saat sekarang telah beranak pinak dan entah telah melakonkan drama apa.
Terlepas dari contain status. Apa tujuan sesungguhnya dari kalimat yang telah tertulis disana, hanya beliau sendiri yang tau. Tapi, bagi saya, kalimat yang saya kasih bold diatas membuka cakrawala fikiran. Sungguh kata-kata drama kehidupan dan lakon mengusik fikiran saya.
Mungkin kita meyakini, bahwa hidup penuh dengan misteri. Ada orang dibesarkan dalam lingkungan orang kaya, tetapi saat dia memasuki usia karir, malah akhir kisah kehidupannya miskin. Ada orang belajar sunguh-sungguh tapi pada saat hasil ujian diumumkan, malah dia gagal dan temannya yang santai-santai saja yang lulus. Saya yakin masih banyak misteri lain yang terungkap dikehidupan kita satu-persatu.
Menyikapi kehidupan yang tak pasti, terutama dalam hal Rezeki dan jodoh. Berbagai macam bentuk cara manusia dalam menyikapi dan menjalaninya. Ada yang penuh semangat, pantang menyerah, sabar, ikhlas, pasrah. Bahkan ada juga, mungkin tidak sedikit yang putus asa, menyerah, dan yang amat disayangkan ada yang berani menjemput kematian., “mati sebelum ajal tiba” (meminjam istilah Pepeng), dan ada yang bunuh diri.
Kembali dengan “Akhirnya datang juga”. Setelah usai acara, para dewan juri ; Om Didi, Parto dan Desi memberi komentar untuk pemain. Setiap pelakon dikomentari atas sikap dan akting yang telah mereka lakoni.
Ada yang bagus, creative, mampu membaca kondisi, peka dengan signal-signal arah cerita dari crew, ada yang mengalir (mampu berbaur) dengan scenario yang telah disiapkan. Ada juga yang hanya diam saja menerima apa adanya. Terkadang ada juga pemain yang mampu membawa yang lain mengikuti alur cerita nya sendiri. Pada akhirnya, yang terbaik berhak membawa hadiah (piala) yang telah disiapkan.
Begitu pula dengan fikiran saya bertanya-tanya akan kata-kata Drama kehidupan dan lakon pada status Kang Asep. Seandainya kehidupan penuh misteri ini, layaknya “akhirnya datang juga”. Bagaimanakah Lakon yang telah aku lalui dan akan aku hadapi nanti? Apakah aku menyikapi dan menjalaninya dengan Semangat, ikhlas, sabar, syukur, taat, atau malah, ingkar, putus asa, menyerah dan kecewa?
Pertanyaan yang membuat hati bergetar “Bagaimanakah kelak aku mendengar kabar berita (komentar) yang Allah berikan, akan lakon yang telah ku lalui? Akankah aku mengengar kabar gembira sehingga mendapatkan hadiah yang telah Allah persiapkan?
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Selasa, April 27, 2010
0 Komentar
Sabtu, 24 April 2010
Memahami Ujian Allah
Assalamu’alaikum wr.wb
"Sesungguhnya UJIAN itu diberikan oleh Allah, bukan untuk mengetes (menguji) seberapa kuat dan besar keimanan kita. Karena sesungguhnya Allah Maha Tau. melainkan untuk mendidik dan membimbing kita agar semakin bertambah keimanan yang telah kita miliki".
Shahabatku yang baik. Semoga waktu yang terus kita isi merupakan kesempatan-kesempatan yang kita tempatkan bagi pemuliaan kehidupan kita dunia dan akhirat. Mudah-mudahan, setiap takdir yang telah dituliskan semenjak kita dalam kandungan, merupakan hadiah pengemabangan diri dan pembelajaran dari Allah.
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman chat dengan saya, menanyakan perihal keadaan saya dan keluarga di Aceh. Saya sampaikan kepada beliau alhamduilllah sehat walafiat, semoga juga buat beliau.
Kemudian kami diskusi tentang Allah yang maha tau terhadap apapun yang terjadi di jagad raya ini. Hatta daun yang jatuh berguguran Allah tau. Dari situ berlanjut dengan diskusi tentang Ujian, baik itu kehidupan dunia pribadi atau ujian yang dibuat dalam system hubungan manusia. Seperti ujian seleksi CPNS, ujian psikotest, ujian dikampus dan sebagainya.
Sementara itu Lumrah telah kita fahami bersama. Ujian yang dibuat itu adalah untuk mengetes supaya lebih terbukti. Mungkin sering kita dengar, ujian adalah sebagai pembukti. Karena kita belum tau, maka untuk mengetahuinya dengan cara test (ujian).
Kembali kepada topik pembahsan Allah maha tau. Terus terdiskusikan, lantas, Apakah Allah memberikan kita Ujian karena Allah ingin tau keimanan kita? Petanyaan ini, untuk memahami esensi dari Ujian.
Muncul pendapat disana, mungkin Ujian Allah bukanlah pembukti, karena Allah maha tau. Adapun ujian hidup, baik itu kepada diri saya atau kepada orang lain adalah Pembelajaran dan pendidikan langsung dari Allah. Karena bila kita merujuk kepada firman Allah dalam Al-quran. Azab dan ujian Allah kepada kaum terdahulu adalah agar menjadi pembelajaran kepada kita sekarang.
Jika pun kita meyakini bahwa orang beriman itu pasti akan diuji keimanannya, sungguh sebenarnya ujian itu adalah bagian dari pendidikan menjadi bertambah kuatnya keIMANan kita. Bila setiap ujian yang datang silih berganti, tidak menjadi pembelajaran bagi kita, itu karena kita belum menyadarinya. Bahkan mungkin berapa sering saya melewati ayat-ayat kauniah Allah, sebagai pembelajaran dan penambah keimanan bagi kita. Itu datang melalui pemebelajaran yang Allah berikan kepada saudara, teman dan sahabat kita.
Karena waktu semakin siang, saya dan beliau pun harus melakukan kerjaan yang mesti kami lakukan masing-masing. Chatingpun kami akhiri. Dan saya sangat berterima kasih atas waktu yang telah beliau luangkan serta ilmu penambah keimanan ini.
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Sabtu, April 24, 2010
0 Komentar
Kamis, 22 April 2010
Berita Gembira Bagi Orang Sabar
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat yang dimuliakan oleh Allah. Semoga jumaat ini yang penuh berkah, memberikan kita kesenangan hati, kebahagiaan, dan ketentraman jiwa. Agar kita dapat melaksanakan aktivitas kita dengan sebaik-sebaiknya usaha.
Innallaha ma’ashabirin. Sungguh Allah bersama dengan orang-orang sabar. Kalam ilahi sering kita dengarkan, saat shahabat kita membantu membesarkan jiwa, agar kita kuat dan tabah menjalani proses kehidupan yang sedang dirancang dengan rancangan terbaik oleh Allah.
Cerita kebenaran tentang rancangan terbaik Allah, yang mau saya sampaikan kepada anda semua. Bulan lalu seorang shahabat saya di Aceh. Sharing kepada saya. Beliau adalah seorang istri dari suami yang telah dikarunia oleh Allah seorang putri. Menjalani karir sebagai sebagai seorang Guru di salah satu sekolah disana.
Selain itu juga, saat itu beliau sedang menyelesaikan program magister tingkat akhir di IAIN Ar-Raniry. Sebagai seorang istri dan juga ibu dari anak yang shalehah insyAllah. Tentu ditambah dengan aktivitas ngajar dan belajar membutuhkan banyak waktu dan harus pintar-pintar membaginya.
Sehingga motivasi untuk menyelesaikan program magisternya sangat besar. Tapi dalam menjalani proses ini. Beliau saat itu merasa kenapa ada saja hambatan untuk bisa mendaftar dan ikut Sidang Thesisnya. Seakan-akan tidak fair. Kok teman-teman nya yang lain lancar-lancar aja.
Proses perbaiki satu persatu dipersiapkan. Walau demikian, tetap tidak bisa mendaftar sidang bulan lalu, melainkan bulan ini (minggu lalu) baru bisa ikut daftar dan sidang. Dan itupun jika di Acc oleh pejabat yang berwenang.
Kemudian, dia sharing kepada saya. Bagaimana caranya agar dia mampu menjalani ini dengan tenang agar tidak stress. Apa yang dialami oleh shahabat saya, mungkin juga pernah kita alami. Walau mungkin konteksnya berbeda. Dan ini adalah persoalan bagaimana menyikapi atas keputusan Takdir yang telah Allah tuliskan.
Saya menawarkan cara pandang Takdir yang telah Allah tetapkan kepada nya dengan “Apakah dengan kamu ngambek, kecewa, kesel dan saudara-saudaranya, memangnya bisa menyelesaikan persoalanmu? Tidak kan?”. Setelah itu saya lanjutkan “Kawan, mungkin penundaan jadwal sidangmu, Allah sedang menyiapkan rancangan yang terbaik untuk mu. Dengan itu kamu bisa menyiapkan atau memperbaiki thesismu menjadi lebih baik. Jika emosimu masih meluap juga, lakukan dzikir atau berwudhu.”
Dia membalas “Mungkin aku kurang sabaran Mad ya? InsyAllah aku usaha untuk menerima ini bagian dari hidupku” saya jawab “Bagus jika kamu memaknai demikian”.
Subhanallah, kemarin dia chating dengan saya. Dia mengabarkan berita gembira, kalau dia sudah sidang dan lulus dengan predikat “Cum Laude”. Kemudian dia katakan “Mad, sungguh ternyata Allah menyiapkan yang terbaik bagiku. Sabar benar-benar membawa berita gembira bagi kita”.
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Kamis, April 22, 2010
0 Komentar
Kamis, 11 Februari 2010
Mudahkan Hamba Menjadi PerantaraanMu, Ya Allah
Ya Allah, Engkaulah yang telah menerbitkan matahari diufuk timur, dan menenggelamkannya di barat. Engkaulah ya Rahman, telah menggerakkan angin utara menuju selatan, dari timur menuju barat. Engkaulah yang telah menghendaki dan menetapkan setiap dedaunan yang jatuh. Aku meyakini sepenuh jiwaku. Karena Engkau ya Razaq, telah mencukupkan dan melimpahkan rezeki kepada kami Makhluk dibumi. Karena kemurahan Mu, Rahman dan Rahim. Hingga hari ini, telah Engkau lewat kan bencana bagi diri, keluarga, negara dan dunia ini.
Ya Rab, dengan penuh kesadaran, hamba memohon padaMu ya Allah. Mudahkan diriku menjadi perantaraanMu sebagai penolong kepada Makhluk dan seluruh semesta. Mudahkan hamba menjadi pemBAHAGIA bagi penduduk dunia dan seisinya. Mudahkan hamba menjadi MakhlukMu, sebagai perantaraanMu untuk meyembuhkan ummat manusia. Mudahkan hamba menjadi perantaraanMu sebagai petunjuk bagi manusia, binatang, pepohonan, alam dan seisinya.
Ya Rab, Engkaulah Yang Maha Kuat. Qadha bagiku telah engkau tetapkan. Jadikan Doa makhlukMu yang lemah ini, yang tiada upaya dan daya jika tanpa Kekuatan dariMu. Sebagai Qadar yang akan Engkau jadikan bagiku. BIla doa dan permohonan hambaMu ini ya Mujib, sebagaimana yang Engkau inginkan dan suka, maka Mudahkan dan kabulkan Ya Mujib, Ya Rahman. Hamba mengharapkan RidhaMu ya Allah. Hamba percaya, Yakin dan Menyadari sepenuhnya. Bila Engkau telah berkehendak, Kun fayakun. Tiada satupun yang mampu menahannya. Penduduk langit dan bumi serta semesta dan seisinya mendukung.
Ya Ghaffar, ampunillah hamba yang pernah melakukan dosa, yang mengingkari janji, yang meninggalkan apa yang engkau suruh. Hanya ampunanMu ya Rab yang kami inginkan. ya Malik, ya Quddus, Ya Sallam, Ya Zaljali walikram. Mudahkan segala urusan kami didunia ini, jadikanlah kami sebagai orang-orang Mukhlis, semata-semata hanya mengharap Ridha dan Ketentuan dari Mu...
Rabbana atina fiddunya Hasanah. wafil aa khirati hasanah. waqina 'azabannar...
Amin Ya Rahman, Amin Ya Rahim... Bogor 12 Februari 2010
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Kamis, Februari 11, 2010
0 Komentar
Minggu, 07 Februari 2010
Khawatir ; Cara menjemput kematian dengan perlahan-lahan
Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang baik, semoga pekan kedua dalam bulan kedua ini, mengantarkan kita bersama, menuju pintu gerbang istana kebaikan. Sehingga kitalah menjadi penghuninya. Karena hanya orang baik saja boleh masuk kedalamnya.
Seorang penyair mengingatkan, Janganlah engkau meninggal sebelum ajal menjemputmu. Pesannya barangkali sudah terbiasa kita ucapkan. Telinga sudah amat sering mendengar bunyi nada-nada bijak itu. Tapi, sungguh hebatnya anugerah fikiran, meskipun difahami. Walaupun sering didengar, terkadang tanpa disadari, menjadi zombi-zombi hidup amat sering kita jalani.
Maafkanlah atas kelancangan saya. Karena amat berani untuk mengeneralisasikan. Seolah-olah semua kita pernah menjadi zombi atau abadi. Karena saya yakin. Saat ini, telah ada diantara shahabat benar-benar telah menjadi manusia seutuhnya. Para sufi memberi nama, kondisi hudhur.
Berbicara mengenai ajal. Sebaik apapun persiapan kita menyambut kedatangannya. Ia pasti akan datang pada saat telah dijanjikan. Selupa apapun kita akan kepastian kehadirannya, hal ini menjadi wajib hukumnya. Bagi setiap yang bernyawa, akan dijemput oleh kematian.
Ada shahabat bertanya dengan lugas. Apa yang engkau khawatirkan? Pena telah diangkat. Ketetapan telah dituliskan. Qadha dan Qadar telah dipastikan.
Menjawab tiada yang kukhawatirkan, terkadang bentuk dari pembohongan diri. Lisan berbunyi; aku mengkhawatirkan masa depanku, bukti kelemahan iman. Astaqfirullah. Kami berlindung dan memohon ampun hanya kepadaMu ya Qhaffar.
Menariknya, terkadang hal-hal yang sebelum aku jalani. Aku hiasi ia dengan rasa khawatir itu, entah dimana posisinya? Saat aku melangkah, menjalani, dan melakukan ikhtiarku. Sehingga aku benar-benar memahami, kekhawatiran adalah langkah-langkah bunuh diri, tahapan-tahapan menjembut kematian yang amat perlahan-lahan.
Hal ini semakin membuatku bertanya-tanya dan mencari hakekat khawatir. Aku duduk terdiam, mencoba menyelami kembali, setiap pos-pos kehidupan yang pernah aku singgahi. Dari setiap episode kehidupan, aku menemukan benang merah kehidupan : Habis Gelap terbitlah terang. Almarhum Crisye dengan indah melantunkan, Badai pasti berlalu.
Rasa khawatir adalah hasil buah fikiran, bertujuan untuk memproteksi tubuh dari bahaya. Sehingga ia beri signal dengan gejala-gejala : keringat, perut perih, pandangan agak kabur, kepala senut-senut dan berbagai bentuk kreasi lainnya.
Jika memang demikian wujudnya. Bukankah ajakan-ajakan pejalan spiritual amat wajar untuk diikuti. Sadar.
Shahabat, khawatir adalah kejadian, masa, waktu dan ketetapan yang belum menghadiri kita. Ia sering kita beri judul dengan hal-hal yang kurang senang, tidak berkenan untuk kita terima. Tetapi, bukankah hal-hal yang amat kita senangi, kita berkenan atas kedatanganya, kita menkondisikan dengan kebahagiaan dan penuh harapan?
Seorang shahabat mengajak kita merenungi dan tinjau kembali sejenak. Bukankah ia wujud yang sama. Yaitu peristiwa yang akan datang? Bearti, ini adalah persepsi dan buah fikiran, yang dihasilkan oleh sudut pandang dan cara menyikapi akan masa depan, betul? Maafkan ia yang suka bertanya.
”Aku sebagaimana prasangka hambaKu”.
Jika memang demikian, anjuran berprasangka baik, ajakan berharap keindahan, dan seruan berkeinginan kebaikan. Pantaslah bila kita tempatkan pada tatanan kewajiban. Adakah sahabat yang merubah persepsi (cara menyikapi/cara memandang) sekarang?...
# diposting oleh Rahmadsyah Trainer Public Speaking : Minggu, Februari 07, 2010
0 Komentar
Selasa, 19 Januari 2010
Amati Hal Besar, TELITI perkara KECIL
Assalamu’alaikum wr.wb
Sahabatku yang baik…
Semoga goresan kata-kata terangkai salam sejahtera dan kebahagiaan bagi kita. Tidak terasa, waktu begitu cepat bergerak. Januari telah melewati pertengahannya. Doa saya bagi kita semua. Agar sejarah yang telah kita isi, dipenuhi dengan Cinta dan Kasih Sayang Allah.
Dua hari yang lalu, saya mendapat ilmu yang sungguh bermanfaat bagi kehidupan saya. Kesempatan ini, izinkan saya sharingkan nasehat-nasehat bijak yang saya dapatkan dari Guru Spiritual saya...
Amatilah pada hal-hal besar dan Telitilah dalam perkara kecil. Begitulah pesan bijak beliau. Kemudian beliau melanjutkan : Perhatikan kembali olehmu.
Sejarah mencatat, Napoleon bonaparte. Kalah dalam perang karena musuhnya lebih lama (5 menit) perang darinya.
Kegagalan dan keberhasilan. Kemenangan dan kekalahan disebabkan hal kecil.
Dalam islam. Menyembelih hewan tanpa menyebutkan Asma Allah. Hewan tersebut haram dimakan, karena sama dengan bangkai.
Hanya karena keluar gas dari dubur, wudhu yang menyucikan telah terbatalkan.
Dikarenakan sms disusun dalam 2 kalimat. Perselisihan bahkan berujung cerai dalam rumah tangga.
Bukan banyak pasukan, bukan pula hebatnya peralatan perang menghancurkan dunia. Namun karena keputusan kepala negara, terucap dari mulutnya satu kata ”perang”.
Besarnya dampak bom bunuh diri, bukan dalam menyusun atau merangkai Bom terbuat dari C4 itu. Tapi sangat tergantung satu tombol ”On”...
Dulu saat engkau masih mengerjakan soal matematika yang diberikan oleh guru mu. Kesalahan terkadang bukan karena kamu salah cara. Tapi karena kekeliruan kecil meletakkan koma (,).
Angka nol itu mungkin tidak bernilai. Tapi didalam selembar cek, angka nol sangat mempengaruhi uang tunai yang kau cairkan.
Napoleon hill menuliskan dalam bukunya. Para penerbit banyak mendapatkan untung, hanya karena menggantikan judul dari sampul buku.
Pesawat ulang-alik Columbia milik NASA. Jatuh hanya karena buih kecil melayang diudara.
Pesawat komersial di jerman jatuh, karena tertabrak burung, yang sunguh kecil dibandingkan rangkaian pesawat.
Orang bijak, menganalogikan kenikmatan dunia, bagaikan tetesan air yang jatuh dari jari mu, setelah engkau mencelupkan kedalam laut.
Karena sepuntung rokok, menghanguskan perumahan satu RT.
Nyamuk yang begitu kecil Allah ciptakan. Telah membuka lapangan kerja bagi ribuan manusia.
Seorang wanita penzina. Ditempatkan disyurga karena memberi minum anjing yang kehausan.
Dalam penjualan, anggukan kecil menghasilkan deal besar.
Oleh karena itu, Perhatikan hal besar. Dan TELITILAH dalam perkara KECIL.
PEMBICARA PUBLIC SPEAKING
Yang biasa diundang oleh: Perusahaan, Kementerian, Lembaga Pemerintah, Organisasi, Yayasan, Perguruan Tinggi, Kampus, Sekolah, Paguyuban, Perkumpulan, Komunitas, Rumah sakit, NGO, Kelompok, Startup, UMKM, Group, MLM, Asuransi, LSM, dan Perorangan untuk memberikan pelatihan public speaking kepada para staf dan pimpinan.
PEMATERI PUBLIC SPEAKING
Untuk tema dan topik: Presentation Skill, Public Speaking Untuk Bisnis Presentasi, Public Speaking Untuk Sambutan, Public Speaking Untuk Mengajar, Public Speaking Untuk Laporan, Public Speaking Untuk Komunikasi Bisnis, Public Speaking Untuk Moderator, Public Speaking Untuk MC, Public Speaking Untuk Host, Public Speaking Untuk Sosialisasi, Public Speaking Untuk Lomba, Public Speaking Untuk Lomba Duta Perusahaan, Public Speaking Untuk Memimpin Rapat, Public Speaking Untuk Kampanye, dan Public Speaking Untuk Trainer.
NARASUMBER PUBLIC SPEAKING
Untuk Pemerintahan: ESDM, Keuangan, Pendidikan dan Kebudayaan, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata dan Ekonomi, Komunikasi dan Informasi, Hukum dan HAM, Mabes Polri, Pemda Jawa Barat, Dirjen Pajak, Bea dan Cukai, BKKBN, BPOM, dll.