Jumat, 23 Juli 2010

Unlock Your Talent


Assalamu'alaikum wr.wb
Apakah dunia yang sekarang tengah kita tekuni sudah cocok dengan talenta kita?

Apakah Anda sejatinya memiliki talenta terselubung yang selama ini nyaris tak pernah bisa dieksplorasi secara optimal?

Talenta yang tak pernah bisa mendapat ruang untuk tumbuh lantaran tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang sekarang Anda lakoni?

HADIRILAH ....!!!

"UNLOCK YOUR TALENTS"
"Apabila saya tidak segera memutuskan untuk berhenti mengajar sebagai guru di sebuah SD pada tahun 1990. Saya tidak mungkin untuk menjadi penulis seperti sekarang ini".
(JK Rowling, Novelist)

Sabtu,7 agustus 2010
Pukul 09.00-16.00


Tempat;
 Lt.3 dentist&dentists
Jl.Woltermonginsidi No.58 C
Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Manfaat dari Training ini :
Ö Mengetahui Apa itu Hobi, Minat dan Bakat ?
Ö Mengetahui
BAKAT dan Kecerdasan Diri.
Ö Mengetahui
Karir (profesi) yang tepat, sesuai dengan Kompetensi alami (Bakat). Ö Bisa memotivasi diri sendiri dan menumbuhkan rasa Percaya diri.
Ö Mampu mengelola dan mengotrol
Self Limiting Belief (Mental Block)
Ö Mampu mengembangkan
MINAT sesuai dengan Value dan Visi Hidup sendiri.  

Investasi hanya :
Normal price : Rp.1.250.000,- (Makalah, Snack 2 X dan 1x lunch).
Early bird sampai dengan 3 agustus hanya Rp.750.000,-
Spesial Rp.450.000,-
(untuk 5 orang pendaftar pertama sampai dengan tanggal 28 juli 2010)
Khusus Mahasiswa (D1-S1) cukup Rp.350.000,-

Peserta terbatas 15 orang saja.

Bonus :BIMBINGAN dan COACHING setelah training dengan Trainer (Face to face).
Seumur hidup tanpa dikenakan biaya apapun. Berarti investasi sekali, untuk sepanjang masa.

Transfer ke rek BCA Cabang Woltermonginsidi
A.n : Syamsul Hatta ; 524-013-9920
Bukti transfer bisa difax ke : (021)7210482 atau sms 0815-1144-8147
  
TRAINER :
Rahmadsyah Mind-Therapist

Tsunami Survivor
Certified Hypnotherpy
Certified Hypno-Coach
Certified Multiple Inteligeces
Certified Master Practitioner NLP

Info lebih lanjut ;
Mind-Talks Office
Lt3.dentist&dentists
Jl.Woltermonginsidi no 58C
Kebayoran baru Jakarta Selatan.
(021)36969500

Label:


Rabu, 21 Juli 2010

Harmony Awarness


Bismillah, dengan-Mu aku memulai kalimat ini.
Semoga note kali ini menyapa shahabat penuh dengan cinta damai. Mudahan-mudahan kenyataan yang sedang terlaksanakan sekarang, Allah anugerahkan kepada kita kemampuan untuk menyelaraskan antara harapan dengan Takdirnya, dengan penyikapan sebaik-baik sikap dan pemahaman.

Pernah pada bulan April yang lalu, saya memutuskan untuk berpuasa (menahan diri) dengan aktivitas Facebook. Karena saya merasa telah terikat dengan FB. Saya tanpa sadar telah menambatkan emosi kepada nya. Seolah tidak berFB, ada sesuatu yang hilang. Sampai membuat profil coming back 30 April. Keinginan saya ini, kemudian saya sampaikan kepada Guru saya, Pak Noeryanto A Dhipuro. Dengan senyum dan behaviornya menyikapi kata pertama bagus.

Wassalam

Label:


Senin, 19 Juli 2010

Can We Help You ?

Assalamu'alaikum wr.wb

Semoga surat elektronik ini menyapa shahabat semua dalam keadaan sehat walafiat. Mudah-mudahan saat ini, shahat sedang berada pada kondisi yang selama ini telah shahabat nantikan, dimana tempat yang menjadi harapan dan doa-doa dipanjatkan pada waktu lalu, telah dikabulkan oleh Allah sekarang. Amin...

Saya yakin dan percaya, shahabat semua akan memaknai bahwa setiap peristiwa yang terjadi kepada diri kita baik dimasa lalu, sekarnag atau yang akan datang, pada dasarnya kejadian itu adalah NETRAL. Sementara kata MASALAH merupakan buah dari fikir kita, yang menghasilkan penilaian dan pemaknaan, bahwa peristiwa itu adalah MASALAH.

Bearti bila kita menganggap diri kita sedang BERMASALAH maka itu merupakan CARA kita MENYIKAPI nya saja. Akan tetapi, mungkin diantara shahabat ada yang bertanya. Bagaimana saya menyikapi peristiwa itu, bukan bukan sebagai masalah? Seperti :

        Supaya bisa khusyuk (merasakan kedamaian) dalam ibadah.
        Motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar atau kerja.
        Menghancurkan mental block
        Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda.
        Minder, kurang percaya diri.
        Menurunkan / menaikan berat badan
        Fobia atau rasa takut yang tidak wajar.
        Mudah tersinggung,sensitif terhadap kata-kata / sikap orang lain.
        Psikosomatis
        Takut terkena penyakit, selalu terbayang penyakit atau kematian.
        Putus asa, tidak punya harapan.
        Stress, terlalu banyak beban pikiran.
        Depresi, tidak bahagia padahal punya segalanya.
        Pengendalian diri, mengendalikan rasa marah yang mudah meluap.
        Menyembuhkan sakit hati.
        Menghilangkan rasa marah, dendam, kecewa terhadap seseorang.
        Trauma, selalu terbayang pengalaman buruk.
        Merasa cemas atau ketakutan tanpa alasan.
        Melupakan masa lalu / pengalaman buruk.
        Menghilangkan pikiran negatif.
        Berhenti merokok.
        Kecanduan belanja, perjudian, seks, alkohol, coklat, dsb.
        Tidak mampu menahan kencing atau mengompol di waktu tidur.
        Menghilangkan latah (bicara ngawur ketika kaget).
        Panic Attack, Tiba-tiba merasa ketakutan, panik tanpa sebab.
        Menghilangkan alergi terhadap makanan, udara atau cuaca.
        Putus asa dan mau bunuh diri.
        Dan lain-lain.

Bila Anda sedang mengalami atau menghadapi suasana EMOSI, fikiran dan Perasaan seperti yang kami sebut kan diatas, dan belum tau cara yang tepat menyikapi nya. Tetapi sangat ingin tau cara bijak menyikapi nya, supaya suasana EMOSI, fikiran dan perasaan menjadi damai, tentram, tenang dan bahagia. Bahkan sesuai yang Anda inginkan.

Kami  bisa dan sangat siap membantu Anda, dengan prinsip "Client Centre Therapy Approach". Yaitu Metode terapi yang  berFOKUS pada OUTCOME (tujuan) yang dinginkan oleh klient dengan pendekatan :Psychotherapy, NLP, Hypnotherapy, Emotional Freedom Technique, Sedona Method, Quantum Ikhlas, dan Terapi Dzikir.

Kami siap melayani Anda :
setiap hari Senin -  Jumaat
Mulai jam 09.00 - 21.00 wib.

Tempat praktek kami beralamat di :
Mind-Talks Clinic
Lt.3 dentist & dentists
Jl. Wolter Monginsidi No 58 C
Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Info Hubungi ; (021)7210480

Para Therapist kami;

Rahmadsyah Mind-Therapist
Tsunami Survivor
Certified Hypno-Coach
Certified Hypnotherapy
Certified Multiple Intelligences
Certified Master Practitioner NLP

Amarta Imron
Business Coach
Certified Hypno-Coach
Certified Hypnotherapy
Certified Master Practitioner NLP

Syamsul Hatta
Hypnodontia Instructor
Certified Hypno-Coach
Certified Hypnotherapy
Certified Master Practitioner NLP

Kode etik para therapists kami adalah meRAHASIAkan masalah klient. dan khusus untuk klient wanita, bila harus menempuh metode Hypnotherapy, maka kami menghadirkan asisten wanita selama proses therapy.

Semoga info ini bermanfaat bagi Anda.

Wassalam
Rahmadsyah Mind-Therapist
0815-1144-8147

Label:


Jumat, 09 Juli 2010

Managemen Keliru ; dibahas saat Provokasi Smart FM edisi 8 Juli 2010.

Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat saya yang baik. Semoga note pendek saya ini menyapa Anda dalam penuh hati yang damai, tentram dan cemerlang. Sehingga keindahan dan gelora kebahagiaan yang sekarang kita rasakan, kita syukuri penuh totalitas, sehingga tersebarkan keorang-orang terdekat kita.

Jam 19.00 tadi, saya mendapat kesempatan untuk jadi guest Provocatuer di Smart FM. Pada acara PROVOKASI, yang tuan rumahnya pak Prasetya M Brata. Tema yang kami bahas adalah tentang ”Keliru”, semoga sharing lewat note ini merangkum apa yang disharingkan tadi.

Berbicara mengenai keliru, setiap kita sudah tentu pernah mengalami nya, bukan? Keliru jalan, keliru pakai baju, keliru bicara, keliru belanja, keliru minum obat, keliru terima kerjaan, keliru nulis, keliru pemahaman (Keyakinan & value), keliru cara dan berbagai macam konteks lainya. Semoga shahabat tidak keliru tetap membaca sampai pada inti poin sharing ini.

Sebelum saya lanjutkan, saya mau memperjelas, makna keliru yang saya maksud disini. Keliru adalah pemahaman berupa pengertian yang membuat kita menjadi SADAR, bahwa cara-cara yang telah kita lakukan itu tidak mengantarkan kita kepada hal yang kita inginkan. Sehingga membuat kita bertanggung jawab atas kekeliruan tersebut.

Jadi, pada dasarnya, keliru itu adalah hasil pemahaman baru pada waktu sekarang. Terhadap, Apakah itu niat, fikiran dan tindakan yang telah berlalu. Supaya, kita tau dan sadar, apa tepat, cocok, sesuai dan bijak untuk kita niatkan, fikirkan dan lakukan. Sehingga terwujud, tercapai, dan kita mendapatkan, apa yang kita inginkan (Sesuai outcome).

Pada sesi ketiga, ada sms masuk dari pendengar Provokasi, ”Mengapa kita sering keliru dan bagiamana supaya kita bertangung jawab?”. Mungkin hal serupa yang muncul dibenak anda. Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada beliau karena sudah sadar keliru. Pengalaman pribadi saya, yang membuat saya melakukan keliru (niat, fikiran, ucapan dan tindakan), karena tidak menyadari apa yang saya lakukan. Akibat dari tidak menyadari, membuat saya sulit untuk bertanggung jawab. Nah, menjadi pertanyaan, bagaimana agar kesadaran itu hadir?

Kesadaran itu muncul karena ada nya kejelasan, kejelasan disebabkan oleh perbedaan, perbedaan diketahui dari perbandingan. Sehingga, kalau kita strukturkan ”Perbandingan – perbedaan – Kejelasan – Kesadaran”. Jadi, supaya kita dapat bertanggung jawab, maka kita mesti SADAR. (Mari kita bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita putuskan).

Kemudian Ibu Nancy (Host smart FM) membacakan lagi pertanyaan dari pendengar lain, "Bagaimana melupakan Kekeliruan dan memaafkan diri, terhadap peristiwa (hal) yang telah terjadi?” Sebenarnya apapun yang pernah masuk kedalam memory otak kita, maka hal itu tidak terlupakan lagi. Cuma, kita tidak menyadari saja.
Sebagaimana arti kekeliruan diatas, bahwa itu sesuatu peristiwa yang sudah berlalu. Maka, yang bijak kita lakukan adalah bukan melupakan, tetapi bagaimana kita menyikapinya? Hemat saya hal itu patut kita syukuri telah terjadi. Karena, dengan itulah kita bisa tau apa yang tepat, sesuai, cocok dan bijak kita lakukan kedepannya.

Namun, apabila kekeliruan yang telah kita akui itu, masih meninggalkan bekas berupa rasa yang tidak menyenangkan, bahkan terus menganggu kehidupan kita sekarang. Mari kita sadari, Ini terjadi karena kita belum mampu mengambil hikmah atau pembelajaran dari hal itu. Dalam hal ini, mungkin kita butuh bantuan orang lain, baik itu teman yang mampu dalam hal tersebut, psikolog, Mind-therapist atau siapapun yang kita anggap capable. (Shahabat bisa membaca tip Mind-Therapy Memaafkan diri sendiri).

Setelah itu, ada pertanyaan lain. Bagaimana agar kita tidak keliru (menghindarinya)? Saya yakin, dalam beberapa konteks, tentu kita dituntut agar tidak boleh keliru sedikit pun. Apalagi berhubungan dengan nyawa, iyakan? Saya ingin perjelas, managemen keliru yang saya maksud disini, bukanlah mengabaikan perencanaan, atau melakukan pengambilan keputusan tanpa analisis (Asal-asalan). Tetapi, Pemahaman, pengertian dan menyadari betul, akan proses (Fikiran, ucapan dan tindakan) dilakukan. Sehingga, kita akan sangat bertangung jawab pada hasil apapun yang terjadi. Dan kita pun akan sangat mengetahui, cara apa yang tepat dan sesuai. (Karena kita SADAR).

Jadi kesimpulannya adalah mari kita percepat proses kesadaran kita, terutama dalam hal kekeliruan kita. Cara kita menyadari keliru adalah Jujur. Maka jujurlah pada diri kita sendiri, Kemudian mari kita BERTANGGUNG JAWAB.

Jakarta 8 July 2010.

Label:


Selasa, 06 Juli 2010

Bertanggung Jawab atas Pilihan Hidup

Assalamu’aliakum wr.wb
Semoga Sahabat saya yang baik, sekarang sedang menikmati kebahagiaan dalam pekerjaan yang dilakukannya. Sebagai alasan bagi Allah, bahwa kita pantas untuk dijadikan pribadi-pribadi yang damai hatinya.

Pernah saya bertanya kepada diri saya. ”Pernahkah kamu menginginkan hidup yang lebih baik? Apakah pernah terbesitkan difikiran kemauan memiliki kontribusi yang lebih baik untuk ummat? Apakah kamu pernah berhasrat memiliki pengaruh yang menghasilkan kebaikan bagi orang lain? Pernahkah dirimu mempunyai kemauan, supaya kerjaanmu melintasi penjuru nusantara?”

Shahabatku yang damai hatinya. Hampir semua pertanyaan diatas saya jawab pernah dan iya. Dan bagaimana dengan Anda? Tetapi kemudian saya juga bertanya kepada diri saya. Apa yang menyebabkanmu mengeluh dengan pekerjaanmu? Apakah Anda pernah juga mengeluhkan pekerjaan yang diembankan tanggung jawab kepada Anda saat ini? Mudah-mudahan tidak lagi ya. Ini doa saya buat Anda.

Kemarin (minggu 4 Juli 2010). Saya Alhamdulillah mendapat kesempatan untuk hadir dalam acara MTGW distudio Metro Tv. Saat acara live ”Menolak dibayar Kecil”, ada shahabat kita yang bertanya ”Bagaimana menyikapi bila kita dibayar tidak sesuai dengan pendidikan dan skill yang kita miliki?” Mungkin pertanyaan ini sedang kita alami ya?

Sementara itu, seorang alumni Bank Muamalat, pernah menduduki dijajaran top managemen disana. Pernah bercerita kepada saya, tentang pengalaman hidup temannya. Kini teman beliau sudah bekerja di dirjen perbankan syariah Bank Indonesia. Singkat cerita, inti pesan yang ingin beliau sampaikan adalah teman beliau itu, dulu saat masih menjadi staff biasa di Mu’amalat, gajinya 400 ribu. Pernah ngeluh, ”Bang kerjaanku seperti ini dengan penghasilan ini belum cukup biayai keluargaku”. Tetapi, karena background pesantrennya yang memahami fikih, juga bahasa arab dan ingris. Temannya ini mendapat kesempatan untuk bekerja ke Abu Dabi. Bank dubai.

Nah, saat kerja disana, pekerjaan dan tangung jawabnya menjadi bertambah. Bahkan ada hal lain yang menjadi konsekwensinya. Kemudian, temannya ini meneluh lagi kepada beliau. ”Bang kerjaanku banyak”. Dengan bijak beliau menjawab ”Bertangung jawablah dengan pilihanmu”. Inilah inti pesan cerita teman beliau kepada saya.

Begitupula dulu saat saya mau menjadi Trainer dan Mind-Therapist. Persis seperti keinginan-keinginan yang saya sampaikan diawal tadi. Dan saya pernah keliru dengan keluhan. “Kapan ya tercapai? Kok harus belajar ini dan itu?” Dulu, saya beranggapan jadi Trainer itu enak dan mudah. Jalan-jalan keluar daerah, ada EO yang ngadain. Dipanggil untuk ngisi training. Itulah kekeliruan saya dulu.

Padahal setelah saya menjalani. Ada hal lain mesti juga saya sadari sebagai bagian yang mesti saya pelajari. Ilmu marketing, design grafis dsb. Selain itu, dulu pernah berharap, bisa membantu orang lain. Kini hampir setiap hari bila Online, ada shahabat yang sharing, konseling dan curhat. Begitupula di inbox, ada yang minta saran dan sudut pandang dengan permasalahan yang dimiliki. Alhamdulillah, ini semua tentu harus dilayani dengan baik, sopan dan bijak. Karena sudah menjadi resiko dan bertanggung jawab atas pilihan hidup yang telah saya ditentukan. Walau pernah yang terlambat ditanggapi. Tapi sungguh itu menjadi pelajaran bagi saya.

Kembali dengan pertanyaan shahabat di MTGW diatas. Pak Mario kemudian memberi jawaban dengan pertanyaan? ”Siapakah yang memilih atasan yang belum bijak kepada bawahan yang digaji tidak sesuai pendidikan dan skill itu?” Tentu shahabat setujukan, jawabannya adalah KITA sendiri. Oleh karen itu, Bertangung jawablah dengan PILIHAN hidup.

Shahabat. Apapun tugas dan tangung jawab yang sedang diembankan kepada kita sekarang. Bahkan mungkin menjadi beban hidup saat ini. Mungkin, Shahabat sebagai dokter dan perawat, terimalah dengan tulus Ikhlas bila jam 12 malam ada yang minta bantuan untuk diobati. Shahabat yang sedang kuliah, ikhlaslah dengan tuntutan mata kuliah dijurusan yang telah kita PILIH. Yang sedang bekerja digaji kecil, sadari kembali, itu karena PILIHAN kita menerima pekerjaan itu dan untuk dibayar sejumlah itu. (boleh anda tambahkan sendiri konteks yang berhubungan dengan Anda, ya !)

Mari kita sadari kembali, itu semua adalah hasil dari keputusan PILIHAN yang telah kita tentukan. Oleh karena itu, supaya tidak ada lagi penyesalan dan keluhan. Mari kita perbaiki kembali PILIHAN kita. Dan setelah kita putuskan dengan PILIHAN tersebut, mari kita BERTANGGUNG JAWAB.

Jakarta 5 Juli 2010.



Label:


Jumat, 02 Juli 2010

What do You Want TO BE ?

Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat yang baik, Semoga saat ini anda masih dilimpahkan berkah, rezeki, perlindungan dan kasih sayang dari Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Mudah-mudahan cita-cita yang selama ini kita inginkan, telah kita rasakan pencapaiannya. Amin.

Persis kamis 27 mei 2010 yang lalu. Alhamdulillah saya masih diberi kepercayaan oleh pihak sekolah Al-Azhar Syifabudi Parahyangan, untuk sharing motivasi kepada adik-adik siswa kelas 7 dan 8. Pihak sekolah meminta saya, untuk memberikan semangat dan motivasi kepada mereka, agar siap menghadapi ujian.

Hari itu, saya mengajak teman saya Daurie Bintang. Alhamdulillah beliau memliki waktu kosong, sekaligus bersilaturahim kembali dengan Famlilynya yang di Cimahi. Malam hari, saya dan Daurie membahas langkah-langkah sekenario training yang akan kami sampaikan. Keperluan untuk permainan dan simulasi pendukung training kami rinci satu persatu.

Jam 13.30 siang, kami tiba di sekolah Al-Azhar. Terima kasih kepada ibu Neng Nurlaili telah bersedia mengantar dari Kampus UIN Sunan Kalijaga, setelah kami menyampaikan kuliah tidak umum tentang hypnotherapy di sana, bersama Mahasiswa Psikologi.

Setiba disana, kami ngobrol dengan guru BK (Ibu Evi) dan juga kepala sekolah (Bunda Nana). Memperjelas kembali, apa persisnya outcome yang ingin kita capai bersama. Dari pembicaraan itu, kami menawarkan materi-materi yang bijak dan wajar buat para siswa. Salah satu diantaranya adalah memperjelas apa yang mereka mau. Persisnya adalah mirip dengan pertanyaan judul note ini ”What do you want TO BE ?”

Kemudian shahabat saya memperjelaskan juga kepada pihak sekolah. Dalam materi , nanti kita juga perjelas ke siswa, apa beda antara Sukses dengan prestasi. Nah, yang penting adalah mereka tau mana Impian atau Cita-cita mereka, dan mana Cita-cita (To be) milik orang tua atau orang lain yang mesti mereka capai juga.

Cita-cita pribadi dan Orang tua.
Sementara itu, sungguh amat disayangkan. Ternyata ingin menjadi sebagai apa dan berkarir dimana, ada beberapa yang masih keliru dalam menetapkannya. Terkadang tanpa disadari, selama kita menjalankan aktivitas mencapai prestasi-prestasi dan cita-cita yang menjadi keinginan orang tua atau orang lain. Dan itu bukan milik kita sendiri.

Seperti saat pelatihan berlangsung. Ada seorang siswi, kami ajak bermain kedepan untuk menyampaikan, apa cita-cita dan ingin menjadi apa nanti? Siswi tersebut menjawab ”Saya mau menjadi pramugari”. Shahabat saya Daurie menggali dasar cita-citanya dengan bertanya ”Mengapa kamu mau menjadi Pramugari” ia menjawab ”Karena mau seperti pamannya”. Begitu pertanyaan berlanjut kepada ”Kalau pamanmu tukang sayur, apakah kamu menjadi tukang sayur juga?”

Menjalani proses pendidikan dari SD hingga Perguruan tinggi, bukan sedikit mungkin para pelajar yang hanya menjadi tak olah seperti robot. Apa yang dilakukan dan mereka sungguhkan bagi hidupnya adalah demi orang tua (orang lain). Mungkin anda pun pernah mengalami hal ini dulu semasa sekolah.

Kembali ke ”What do you want TO BE”. Barangkali kita butuh liburan dengan apa yang sedang kita jalankan saat ini. Berlibur untuk masuk kedalam diri dan mendengar suara yang muncul disana. Kalau Nugie menyebutnya dengan Lentera Jiwa. Apakah kita sedang melakukan demi memabahagiakan diri? Atau kita mengusahakan kebahagiaan orang lain, tapi dengan rela untuk melakukan dengan setengah-setengah. Padahal kita tau, sesuatu yang dilakukan tidak dillibatkan hati (Cinta) disana. Kalau bukan selesai buruk jadinya.

Mohon disikapi denga bijak ya, ini bukan salah atau benar, bila kita masukan impian orang terdekat dalam hidup kita, sebagai bagian impian kita. Tetapi, jadikan itu sebagai bagian, syukur-syukur cita-cita mereka sesuai dengan keinginan kita. Namun, apabila tidak, milikilah impian pribadi, kuatkan diri (komitmen) untuk mencapainya. Sehingga kita benar-benar tau, Mau menjadi apa (Profesi)???

Bogor 9 juni 2010

Label:


This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]