Senin, 05 April 2010

Tips Memaafkan Diri Sendiri


Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang dimuliakan Allah.
Semoga sapaan saya melalui tulisan kecil ini menjadilah ia sebagai penyambung silaturahim diantara kita. Sehingga detik demi detik yang sedang kita tempuhi takdirnya, menyelimuti sejarah kehidupan kita. Mudah-mudahan anda semua dalam sehat walafiat baik jasmani dan ruhani.

Sementara itu, Kemarin saya mendapat sms dari seorang teman, yang nomornya belum tersimpan di phonebook saya. Alhamdulillah, beberapa waktu ini saya mendapat banyak teman baru, baik FB atau perkenalan langsung ke HP saya. Ada yang kirim hai salam kenal, curhat dan juga berisikan tentang NLP, Hypnohterapy dan EFT.

Sms dari teman saya yang satu ini beda diantara yang lain. Karena sms ini ternyata sungguh berharga bagi saya. Sms tersebut saya baca hampir 5 kali lebih. Kira-kira apa maksudnya, saya resapi lebih dalam, apa makna dari isi nya.

Sembari anda membaca, mungkin anda pernah mengalami atau mendengar peristiwa hampir sama saya alami. Saya tidak tau apakah itu sudah anda jadikan sesuatu yang patut untuk dilupakan atau bisa jadi memang teramnesia secara otomatis oleh fikiran anda. Namun, tips yang sebentar lagi akan anda prkatekkan setelah membaca nya sekarang. Mudah-mudahan bisa kembali membuat anda mencintai, menyayangi, menghargai dan peduli juga saya.

Pernahkah anda mengalami atau merasakannya sekarang, perasaan bersalah pada diri sendiri? Mungkin itu disebabkan oleh anda merasa bersalah kepada orang lain. Kondisi ini yang muncul dalam diri saya, setelah membaca sms dari seorang teman. Inti redaksi smsnya ”... aku kecewa dan menyesal pernah mengenal mu.”

Setelah membacanya, tiba-tiba saya menjadi merasa bersalah kepada diri sendiri dan juga kepadanya. Saya SADARI sebenarnya persaan ini muncul bukan karena sms, tetapi keputusan saya untuk menyikapi demikian. Saya SADAR, kondisi merasa bersalah diri karena cara pandang / menyikapi saja.

Untuk mengatasi kondisi ini, saya mencari makna positif dari kejadian tersebut. Karena saya sangat meyakini, Setiap kejadian yang telah menjadi TAKDIR bagi kita, sungguh itu adalah KEBAIKAN. Bisa jadi Allah mengingatkan saya untuk lebih SADAR (perhatian) kepada shahabat saya. Mungkin juga, kejadian ini menyadarkan saya untuk lebih peka dengan hal-hal kecil dalam persahabatan. Yang pasti, tips yg sedang anda baca, bisa tertulis karena merasa bersalah pada diri sendiri dan orang lain.

Berikut ini Tips memaafkan diri sendiri dan orang lain, atau sering dinamakan dengan Forgiveness Therapy.

  1. Niatkan agar Allah memudahkan dan memberhasilkan proses terapi ini…

  1. Anda bisa mencari tempat yang nyaman dan aman menurut anda, boleh sambil tiduran (berbaring), duduk bersila atau diatas kursi.

  1. Pejamkan mata anda, untuk memudahkan akses memori bawah sadar anda.

  1. Putar kembali seluruh rekaman masa berbahagia anda bersama dengan orang itu, terangkan yang anda lihat, perjelas suara yang terdengar, dan nikmati sentuhan yang anda rasakan, atau luapan emosi yang muncul kembali sekarang.

  1. Syukuri kepada Allah, bahwa anda bersamanya pernah memiliki cinta, kasih sayang, dan perhatian satu sama lain. Perbesar rasa itu sekarang. (Bila belum bisa merasakan perasaan yang timbul / masih memiliki persaan bersalah pada diri sendiri dan kepadanya, terima saja, biarkan saja ia mengalir dan timbul tenggelam).

  1. Fokus pada nafas anda. Nafas masuk dan nafas keluar.

  1. Bernafaslah perlahan-lahan, hirup lewat hidung (tahan sejenak), kemudian hembuskan kembali lewat hidung juga.

  1. Sambil anda bernafas, berdzikirlah. Anda boleh menggunakan dzikir yang biasa anda gunakan, Seperti Astaqfirullah.

  1. Sembari anda menarik nafas lewat hidung, Anda boleh menVISUALISASIkan ampunan, cinta dan kasih sayang Allah berupa warna, cahaya, atau udara masuk melalui hidung anda. Saat menahannya sejenak, Imajinasikan energi itu mengalir keseluruh tubuh anda.

  1. Hembuskan nafas anda, sambil berdzikir. Boleh bersuara atau dalam hati saja.
  2. Lakukan sampai anda merasa ada Kedamaian, Hening, Bahagia, Cinta dan Kasih Sayang dalam diri anda.

  1. Fokuskan pada emosi yang bermuara dalam diri anda, sambil anda terus mensugestikan diri untuk menguatkan perasaan itu. ”Afirmasi/sugesti ; Hening, Damai, Bahagia...”


  1. Setelah anda meMAAFkan diri, kemudian merasa nyaman, tenang, damai dan bahagia. Boleh hadirkan kembali orang itu dalam fikiran anda, anda bisa membayangkan sedang bersalaman atau berpelukan dengan nya. Sampaikan kepada nya ”Maafkan aku. Aku masih Mencintai, Menyayangi dan Memperhatikanmu. Engkau selalu ada dalam hatiku”.

  1. Alirkan emosi Kedamaian, Hening, Cinta, Kasih Sayang, Perhatian dan peduli yang anda rasakan kesuluruh tubuh anda. Sampai kesaraf-saraf terkecil sebagai respon pengalaman baru. Sehingga menjadi realita bagi diri anda mulai sekarang dan seterusnya.

  1. Ucapkan syukur kepada Allah atas pengalaman baru yang anda rasakan sekarang. Pasrahkan dan serahkan kembali semua urusan ini kepada Nya. Alhmadulillah...

Alhamdulillah, setelah saya melakukan cara diatas. Kondisi saya menjadi lebih damai Cinta dan Kasih Sayang. Sehingga saya pun kembali bisa mengisi kehidupan / hari yang saya lewati penuh kenangan indah dan bahagia. Semoga bermanfaat berhasil juga buat anda.

Bogor 19-20 Maret 2010
Rahmadsyah Mind-Therapist
081511448147

Label:


Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]