Minggu, 14 Februari 2010

Terapi ; Hampa dan Kekosongan Diri

Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabat saya yang terkasih. Semoga setelah kita menghabis masa libur bersama keluarga, teman, dan shahabat. Allah berikan kepada kita kekuatan yang lebih besar, dari peristirahatan kita kemarin. Sehingga kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan prima hari ini. Untuk membangun tangga-tangga sejarah, menuju impian yang kita idamkan.

Tiga hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman. Dari pembicaraan itu, ada hal yang membuat saya bertanya-tanya ”How can it be”. Teman saya menyampaikan, ”terkadang ada saat nya, kami menangis dan tertawa tanpa alasan yang jelas. Karena dengan menangis itu sendiri, bisa membuat masalah lebih mereda”.

Sungguh kondisi itu, membuat saya penasaran. Bagaimana bisa air mata jatuh tanpa alasan yang jelas, hanya kepingin saja. Mungkin itu pernah anda alami. Saya tidak tau bagaimana itu bisa. Tapi, terkadang itu terjadi kepada siapa saja. Sehingga untuk memahami kondisi ini. Saya berusaha untuk mengalami apa yang disampaikan oleh teman saya.

Kemudian, saya lakukan salah satu tehnik yang dibahas di Mind-Design Therapy. Yaitu untuk memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Dengan tehnik ini pula, seolah-olah kita bisa tau apa yang difikirkan orang lain. Benar saja, tiba-tiba saya seperti mau menangis, mata saya berkaca-kaca.

Sementara itu, Saya mencoba bertanya kepada diri untuk memahami, bagaimana ini bisa terjadi? Entah bagaimana, saya jadi teringat pesan guru saya di Ponpes NLP Pasar Minggu. ”Jika kamu pernah bertanya kepada dirimu, bagaimana ini bisa terjadi? Itu menandakan, bahwa kamu tidak SADAR akan dirimu sendiri”. Lalu, saya praktekkan latihan KESADARAN, antara keberadaan tubuh, fikiran dan perasaan yang timbul tenggelam dalam diri saya.

Akhirnya saya pun menyadari, apa yang terjadi pada diri saya. Menangis tanpa sebab yang jelas, karena adanya keHAMPAan dan KEKOSONGAN diri. Lebih dalam lagi saya menggali, kehampaan ini muncul karena memikirkan sesuatu yang diinginkan, namun belum terjadi. Tapi, bila kita mau jujur kepada diri sendiri, sebenarnya hal itu belum terjadi, karena kita belum melakukannya. Ketidakmampuan untuk melakukan ini, bisa dikarenakan faktor intenal dan faktor ekternal. Faktor internal karena belum berani, malu atau mungkin karena tanpa ada alasan yang jelas. Sementara, faktor external mungkin bisa disebabkan oleh banyak hal. Tapi, kondisi yang saya dapatkan saat itu, karena faktor harapan, dan mempertimbangkan akan orang terdekat, yaitu keluarga.
Selain itu juga, ada fikiran yang muncul. Seandainya apa yang saya inginkan sudah terjadi, mungkin tidak seperti ini yang saya rasakan. Bahkan ada yang lebih ekstrim, muncul pemikiran ; buat apa lagi aku hidup, lebih baik aku mati.

Kembali dengan pertanyaan diatas, bagaimana ini bisa terjadi? Setelah saya menemukan apa sebenarnya yang difikirkan dan dirasakan. Sebagai Mind-Therapist, saya mencoba memikirkan, solusi apa yang dapat saya berikan.

Barangkali, shahabat yang baik. Juga pernah mengalami kondisi seperti diatas. Entah itu ingin menangis tanpa alasan yang jelas, atau mungkin duduk terdiam tidak tau mengapa. Bisa jadi mungkin bahkan hal lain. Namun, jika ditelusuri fikiran dan persaan anda, seperti yang telah saya sebutkan diatas. Anda boleh melakukan cara-cara ini sekarang. Saya yakin, percaya dan sadar. Cara ini, belum tentu tepat untuk semua orang. Tapi, kita tidak pernah tau sebelum mencoba melakukannya.

  1. Ambillah posisi duduk yang nyaman dan tenang serta aman menurut anda.
  2. Berdoa sesuai dengan keyakinan anda. Dengan harapan, agar apa yang anda fikirkan dan rasakan sekarang, segera bisa kembali sebagaimana biasanya.
  3. Anda boleh melakukan ini sambil memejamkan mata anda atau sembil menutup mata.
  4. Tarik nafas yang dalam, kemudian tahan sejenak dan hembuskan. Lakukan sebanyak 7 kali.
  5. Sadari keberadaan tubuh, dari rambut, sampai keujung kaki. Bila anda belum terbiasa, boleh gunakan tangan untuk membantu. Dengan mengusap seluruh tubuh...
  6. Sambil anda menyadari keberadaan tubuh. Pusatkan fikiran dan perasaan anda kepada anggota tubuh yang anda usap/sentuh. Hadirkan kesyukuran, fikirkan itu.
  7. Kemudian rasakan syukur itu, perbesar rasa syukur. Boleh sambil berlafadz, Alhamdulillah. (Saat memperbesar rasa syukur ini, anda boleh perlambat usapan tangan anda pada tubuh, agar bentuk dan rasa syukurnya lebih mengena.)

Bisa jadi, pada saat rasa syukur diperbesar. Anda akan menangis, atau ingin sujud syukur, atau bahkan melihat semacam ada cahaya putih. Ikuti saja keinginan dan nikmati saja kondisi itu.

  1. Berdoalah kepada Allah. Mohon untuk diberikan solusi dari masalah-masalah anda. Mohon agar apa yang anda cita-citakan / inginkan, segera diwujudkan dan dikabulkan oleh Allah.
  2. Buka mata anda, ucapkan Alhamdulillah dengan penuh rasa syukur yang dalam. Sambil tersenyum.
Shahabat yang terkasih. Bisa jadi hal-hal yang kita anggap itu lebih baik bagi kita, mungkin saja belum tentu baik bagi Allah. Terkadang kita menganggap, jika yang kita mau itu tercapai, maka akan membuat kita lebih bahagia. Tapi, beberapa moment sudah kita lewati, itu akan menjadi biasa saja setelah tergapai, karena kita membuat perbandingan baru yang lebih besar.

Jika ada rasa khawatir dan belum muncul keberanian dalam tindakan, mungkin bisa membaca artikel saya sebelumnya tentang (Khawatir ; cara menjemput ajal dengan perlahan-lahan).

Selamat mempraktekkan dan semoga bermanfaat. Jika anda mendapat hasil dan cara ini efektif bagi anda. Sampaikan / sharekan kepada teman-teman dan shahabat yang membutuhkan. Note ini sangat diizinkan untuk di Copy paste...

Bogor 15 Februari 2010

Label:


Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]