Minggu, 21 Februari 2010

Dampak melakukan aktivitas dengan Perasaan Gak Enakan bagi Tubuh


Shahabatku yang baik semuanya.
Semoga pagi yang berbahagia ini, terdapat kebahagiaan bagi shahabat yang meluangkan untuk menggunakannya bagi mewujudkan kebahagiaan bagi keluarganya. Mudah-mudahan, weekend kemarin dan tempo hari yang telah shahabat susun rencana gemilangnya, menghasilkan keindahan dan ketenangan. Sehingga istirahat benar-benar tercapai bagi usaha memantaskan keberhasilan lebih besar pada masa yang akan datang.
  
Beberapa waktu lalu saya menuliskan status di FB (Rahmadsyah Mind-Therapist) Berhati-hatilah dengan perasaan "Gak enak atau gak Enakan" dalam melakukan apapun. Karena itu akan berdampak kepada tubuh kita.” Dan beberapa teman FB merespon untuk penjelasan lebih lanjut. Oleh karena itu, mudah-mudahan note ini bisa menjelaskan maksud dari status diatas.
Sembari shahabat sedang terus membaca note ini. Saya sangat yakin dan percaya, shahabat semua pernah menikmati makanan yang amat shahabat suka. Saya tidak tau makanan apa persisnya. Pasti itu pernah shahabat alami.

Shahabat bisa mengingat-ingat kembali sekarang , makanan terenak dan benar-benar dinikmati. Tidak terlupakan tentunya, setelah makan Betapa kita merasa puas, sambil syukur alhamdulillah kepada Allah, atas nikmat karunia makanan tadi.

Tentu, makanan yang benar-benar enak itu, biasanya tidak hanya dinikmati oleh mulut saja. Tapi juga anggota tubuh kita yang lain, seperti perut. Bahkan seluruh tubuh. Dan proses ini terjadi, persis pada sesuap pertama saat lidah merasakan, kemudian membuat makna difikiran shahabat "ENAK". Pastinya shahabat menikmati kembali kondisi itu sekarangkan?

lho... ini apa hubunganya dengan topik ini? Tentu, ini sama halnya dengan perasaan gak enakan.

Saya mengakui dan yakin. Tatkala kita melakukan aktivitas yang benar-benar kita suka, dimana kerjaan itu menghadirkan rasa nyaman dalam diri kita. Dengan sendirinya, kita melakukan aktivitas itu dengan riang gembira, bahkan kita mengerjakannya dengan bahagia. Sehingga kita tidak pernah lelah, bahkan menjadi lebih sehat. Seorang psikolog menganjurkan "Jika anda mau hidup sehat dan bahagia, maka kerjakanlah pekerjaan yang anda cinta dengan tulus".

Nah, Bagaimana jika sebaliknya? makanan yang kita suka tadi, tetapi pada suapan pertama, terasa tidak nyaman dimulut, sehingga kita berfikir (atau muncul difikiran kita) makanan ini tidak ”enak.”

Namun, karena kita sudah membuat atau membayar nya. Kita memaksakan untuk menghabiskannya. Bagaimana kira-kira dampaknya bagi tubuh? apakah sama kepuasan seperti yang tadi? Perasaan tidak nyaman seperti apa yang kita rasakan?

Begitu pula dengan aktivitas yang kita lakukan. Tetapi kita melakukannya dengan perasaan ”GAK ENAK atau GAK ENAKAN”. Saya yakin, perasaan ini membangkitkan emosi yang lain. Seperti rasa tertekan, terpaksa, semacam ada beban dan entah rasa tidak nyaman lainnya. Sehingga, membuat kita menjadi stress, maag kambuh, kepala pening dan pusing (mungkin juga yang lain). Bahkan, setelah kita menyelesaikan kerjaan itu pun, rasa kesalnya masih terbawa. Terkadang, sampai ada yang direkomendasikan untuk istirahat oleh dokter.

Sekarang, sudah tau kan? Kaitan antara perasaan ”Gak Enakan” berdampak bagi tubuh?

Sementara itu, mungkin shahabat masih bertanya-tanya. Mengapa saya memberi analogi makan untuk note perasaan gak Enakan ini? Ternyata, salah satu penyebab kita tetap melakukan hal yang kita enggan melakukannya karena ”Gak Enakan”, Itu dimulai dari memakan makanan yang tidak kita suka. Karena kita anggap gak enak, tetapi tetap kita makan (habiskan).

Saya tau, shahabat mungkin mengkonfirmasi. Bukankah bila makanan yang kita anggap tidak enak itu kita biarkan dan tidak kita habiskan, maka kita telah melakukan pemMubaziran? Baiklah, yang satu ini insyAllah kita bahas pada note minggu depan. Bagaimana kita menyikapi Mubazir dengan hal ini(gak enakan)? Apa persisnya yang sewajarnya kita lakukan?

Wallahu’alam
Bogor 20 Februari 2010
21.39 wib






Label:


Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]