Selasa, 22 Desember 2009

Kisah Anak Nusantara


Assalamu’alaikum wr.wb
Shahabatku yang baik… Izinkan pengawalan kalimat dengan doa Syukur dan keselamatan bagi kita bersama. Terkhusus dihari spesial ini, Doa ampunan,Cinta dan Kasih Sayang terlimpahkan untuk Ibu yang telah melahirkan kita. Kepada kaum ibu. Sungguh kami tak kan mampu membalas jasamu...

Kemarin sore, sepulang dari Cimahi. Dalam Bus Bandung-Bogor. Saya menyaksikan acara Kisah Anak Nusantara di Trans 7. Kisah yang sungguh amat menginspirasi bagi saya, Tidak tau bagaimana dengan Anda ? Sebut saja namanya Danu. Seorang anak berusia remaja masih sedang menuntut ilmu di sekolah Dasar.

Setelah pembagian raport semesteran. Danu pulang dengan penuh kebahagiaan, menyampaikan kepada Ibunya, bahwa ia mendapat nilai terbaik. Satu persatu Danu sebutkan. ”PPKN aku 8 mak, Matematika aku 8 Mak, Bahasa Indonesia Aku 9 Mak... Aku mau terus sekolah mak, mau jadi orang pinter..”

Ibu Danu diam, dengan wajah sedih. Berat baginya menyampaikan kepada Danu. ”Semester depan, ibu gak sanggup bayar lagi SPP kamu nak...” belum selesai ibunya berkata, Danu menimpal ” Apa Mak? Danu gak sekolah lagi. Danu masih ingin sekolah terus mak. Danu mau sekolah terus. Danu mau jadi orang pintar”...

Keesokan harinya. Danu membantu ibunya dengan menjual kayu bakar kewarga desa. Hasil penjualannya dia gunakan untuk makan dan juga dia sisihkan untuk tabungan sekolahnya. Setiap selesai jual kayu bakar, dia menyampaikan IMPIANnya kepada orang lain. Kalau dia mau melanjutkan terus sekolahnya.

Sampai ada seorang bapak yang dia temui, menyampaikan niat dan impiannya, bertanya kepada Danu. ”Mau menjadi apa nanti kamu Danu?”  ”Saya mau menjadi dokter pak...” ” Seperti Habibi yang buat pesawat terbang itu ?” sahut bapak tua. Kemudian Danu menjelaskan ”Bukan pak, Dokter itu yang bekerja di Rumah Sakit. Saya mau jadi Dokter, biar bisa mengobati dan merawat ibu nanti. Coba kalau almarhum Ayah dibawa kerumah sakit, tentu bapak sembuh dan gak meninggal ”...

Sungguh Danu memiliki impian yang hebat. Dia punya cita-cita menjadi dokter dengan alasan yang sangat kuat. Alasan jelas dengan Visi yang jelas. Ingin membantu , mengobati dan marawat orang lain.

Sementara, entah kisah ini fiktif atau realita. Saya yakin, masih banyak di Nusantara, semangat Danu yang dimiliki oleh anak-anak Indonesia. Dimana mereka bermimpi untuk meraih bintang-bintang Gejora mereka.  Hidup adalah untuk menjadi orang yang bermanfaat. Seperti yang sedang dan kita lakukan sekarang...

Bispun memasuki padalarang, sang kondektur kemudian mematikan tv demi kenyamanan penumpang. Barangkali ada yang ingin istirahat. Apakah Danu mencapai Cita-cita nya ? Mungkinkah ada yang membantu Danu mewujudkan IMPIAN nya?

Bogor 22 Desember 2009

Label:


Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]