Selasa, 22 Desember 2009
Kisah Anak Nusantara
Senin, 21 Desember 2009
The lesson from life
Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi. Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut teman saya yang banyak putihnya dalam dalam & berkata: "Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang". Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka. Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung.
Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira² tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung untuk keliling dunia selama 3 musim.
Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang² & secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan. Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi Kepala Insinyur/ Manajer Teknik. Pada suatu saat dia bercerita kepada saya dan mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup.
Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua.
Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helikopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang.
Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas & garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak² srigala. Dia & temannya menghabiskan banyak sekali tenaga & waktu untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan & mempertahankan hidupnya.
Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala & keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya. Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba² dia memperhatikan serigala tadi mulai meng- goyang²-kan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini.
Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang men jepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya.
Terakhir serigala betina ini membawa anak² pergi, dengan sesekali memutar balikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia. Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya & berkawan?
Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik & menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama binatang.)
Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Per-tama² selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit & mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain.
Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan, memberi lebih baik daripada menerima.
Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.
Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya & mencicipi kehidupan, percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup.
Lamar Boschman - "I would rather my heart be without words than my words be without heart."
Sabtu, 19 Desember 2009
Apakah harus menunggu kaya, Baru berbuat baik ?
Selasa, 08 Desember 2009
Upin dan Ipin : Tontonan Mendidik
Senin, 07 Desember 2009
Hadir, Tidak , Mungkin ...
Jumat, 04 Desember 2009
Profil Trainer
Rahmadsyah adalah anak ke dua dari empat bersaudara, dilahirkan di Banda Aceh, pada tanggal 22 Mei 1985.
Dibesarkan dari keluarga sederhana penuh dengan Cinta dan kasih sayang. Ayah beliau seorang Guru. Sementara Ibu Full aktivitas dirumah. Sehingga intensitas bersama orang tua lengkap beliau dapatkan.
26 desember 2004 merupakan awal sejarah perubahan dalam hidupnya. Musibah tsunami melanda Aceh meluluhlantakkan tempat tinggalnya. Kedua orang tua hilang dan meninggal dunia pada hari itu.
Harta yang dipunyai saat itu, baju kaos oblong dan celana puntung, serta duit Rp.35.000,- itulah sisa harta yang dimilikinya. Setelah tsunami tinggal di kamp pengungsian, tidur beralaskan tanah pernah dirasakannya.
Dibulan Februari 2005 dapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah kejakarta. Beasiswa bersama dengan korban tsunami lainnya. Kemudian, Dosen beliau di IAIN mengenalkannya dengan seorang dermawan. Yang menjadi Ayah angkat di Jakarta, bapak H.Ibnu Baskoro. Ayah angkatnya merekomendasikan kuliah di STEI TAZKIA.
Selama kuliah di Bogor lah, cara pandangnya berubah. Yaitu setelah mendapatkan training motivasi pertama kali dalam hidupnya. Saat itu disampaikan oleh bapak Aris Ahmad jaya. Pada masa Pekan ta’aruf mahasiswa baru. Training motivasi sungguh berkesan baginya, karena selama di Aceh belum pernah mendapatkan sama sekali. Dalam hatinya terbesit ”Mungkin ini yang menjadikan, mengapa anak-anak (siswa / mahasiswa) di Ibu Kota memiliki semangat hidup dan belajar yang tinggi.” Kemudian terbesit dalam dirinya ”Saya harus menjadi MOTIVATOR”...
Semenjak itu memutuskan dirinya sebagai Agent of Change dengan cara menjadi MOTIVATOR. Kemudian sering mengikuti seminar-seminar motivasi, training of trainer dan membeli VCD live seminar seperti Pak Tung Dasem Waringin, Tommy siawira, James qwee dan Krisnamurti.
Buku-buku motivasi dan pengembangan diri menjadi konsumsi sehari-hari. Hingga suatu saat membaca buku Unlimited Power, karya Anthony Robbins. Disana dibahas tentang bagaimana mewujudkan IMPIAN. Kemudian juga aplikasi dari NLP (neuro linguistic programming).
Penasaran tentang NLP semakin besar, seiring dengan kuatnya keinginan mempelajari ilmu tersebut. Akhir 2007 ikut kelas fundamental NLP selama 2 hari bersama Pak Teddi Prasetya. Training ini sungguh menginspirasi seorang Rahmadsyah. Karena dengan NLP mampu juga menyelesaikan permasalahan emosi. Ini semakin menambah passionnya untuk terus belajar, agar dapat membantu korban tsunami yang masih trauma di Aceh.
Memasuki awal 2008, mendapat kesempatan Coaching dari Management Trainee Krisnandira, bapak Krisnawan putra. Dari sini mulai terarah dan menambah wawasan tentang dunia training.
Akhirnya, pada Mei 2008. Keinginan mempelajari NLP secara menyeluruh tercapai. Difasilitasi oleh Trainers Management Indonesia . Selanjutnya bulan agustus 2008 menlanjutkan ke Jenjang Master NLP Practitioner yang di bimbing oleh Master Trainer NLP dari Florida,USA. Guru Abdul Aziz.
Setelah menyelesaikan kurus NLP & Hypniotheray, Rahmadsyah terus belajar kepada para pakar-pakar lainnya. Seperti Bpk. Hari Subagya, Ikhwan Sopa, Bobby, Noeryanto, Eddy iskandar (EFT), Asep Hairul Gani (Ericsonian) dan juga mendapatkan bimibingan Personal Coach dari bapak Krisnamurti Mindset Motivator hingga saat ini.
Sekarang, Bapak Rahmadsyah aktif memberikan pelatihan pengembangan diri, baik in-house maupun publik training. Partner dan peserta dari berbagai kalangan. Excecutive, profesional, Entrepreneur, Mahasiswa, Guru dan karyawan. Perusahaan, Yayasan dan lembaga pendidikan (dari TK – Perguruan Tinggi). Dibawah bendera lembaga pelatihan MD Quantum bersama rekannya Bapak Syamsul Hatta. Selain itu juga melayani konsultasi, personal coach dan therapy.
Adapun pihak yang pernah bekerjasama dengan beliau :
PT. Bintang Toedjoe
PT. Hydrowater
PT. Indokordsa
PT. MSMGroup
PT. Persaels
PT. Selnajaya Training
PT. Track Astra International
PT. Tunas Daihatsu
PT. Panen Lestari Indonusa
PT. Cipta Marga Nusantara Persada
Yayasan Ulul Albab Bekasi
- Unleash Your Teaching Power
- Smart Coaching and Mentoring
- Mastery Communication with NLP
- Belief Transformation
- Tsunami Your Brain
- English is Easy
- Mind Design Therapy
Rabu, 02 Desember 2009
Akhirnya Hanya Terima Kasih
Selasa, 01 Desember 2009
Karakter adalah keberhasilan anda
Assalamu’aliakum wr.wb
Shahabat yang baik…
Bagaimana kabar anda hari ini? Mudah-mudahan limpahan Cinta dan Kasih Sayang Allah selalu bersama kita, sebagaimana manifestasi kibaran-kibaran Cinta dan Kasih Sayang yang kita bentangkan.
Dua hari yang lalu, saya ada janji bertemu dengan seorang Shahabat belajar, saat ikut kelas NLP Course bareng. Jam 2 kami janjian di dekat Pom bensin Jalan Baru. Jam 14.05 saya tiba disana. Beliau saat itu masih sedang ada tamu lain. Jadi saya tunggu meetingnya selesai terlebih dahulu.
Kabetulan, dulu saya pernah mampir ketempat kerja nya. Jadi dikenalkan juga dengan team kerja beliau. Sehingga sambil menunggu, saya bisa ngobrol bersama teamnya. Ternyata mereka disini sedang melakukan rekrutmen karyawan baru. So, kesempatan bagi saya untuk mendalami ilmu rekrutmen.
Sementara itu, mungkin anda masih ingat tulisan saya sebelumnya (Memahami pola pikir atasan) ? Nah, obrolan sayapun mendekati hal itu juga lah. Apalagi saat kami sedang sharing, tiba-tiba datang kandidat baru, meaplly lamarannya. Surat lamaran nya berbeda dengan yang lain, kertas yang digunakan bukan seperti lazimnya ; kuarto A4, dan CV nya pun diprint dengan tinta warna.
Model seperti ini ternyata menarik hati team shahabat saya. Dia langsung memberi tanda bintang pada absensi kandidat. Terus dia bilang ”Patut dipertimbangkan, ada niat, dia sudah mengeluarkan modal”.(Bagi anda sedang melamar kerja barangkali ini perlu anda perhatikan).
Beberapa saat kemudian, shahabat saya menghampiri dan mengajak ngobrol ditempat lain. Menariknya, pembicaraan berlanjut tentang dunia profesional ditempat kerja. Beliau banyak sharing tentang pengalaman hidupnya berkarir hingga bisa seperti sekarang.
Nah, Tema artikel ini saya pilih ”Karakter adalah Keberhasilan Anda”. Ternyata, keberhasilan seseorang ditentukan dari karakter yang dimliki oleh orang tersebut. Bahkan, karakter mendominasi kesukesan seseorang dibandingkan dengan IQ yang dia punya.
Shahabat saya cerita, beliau baru saja mempromosikan salah seorang salesnya menjadi Supervisor. Kandidat ini, dari segi kepintaran (Ditinjau IP) tidak terlalu berprestasi dan pintar-pintar amat. Tetapi ada hal lain membuat nya prestasi ditempat kerja. Dia mempunyai semangat dan kegigihan yang pantang menyerah. Keinginan belajar apa yang belum diketahui pun sangat tinggi.
Aspek lain juga. Setiap kali menerima intensive, dia selalu menyisihkan untuk biaya iklan jualan nya. Seperti membuat spanduk dengan mencantumkan no kontak pribadinya. Biaya pembuatan iklan ini, tidak pernah diminta ganti kepada perusahaan. Lanjut cerita Shahabat saya. Sehingga hal ini juga yang menyebabkan, mengapa dia selalu mendapat Closing sale terbanyak dibadingkan yang lain.
Waktupun menunjukkan jam 16.15 wib, sayapun pamitan pulang. Karena beliaupun mau lanjut meeting hasil interview hari ini dengan temannya.
Shahabat...
Menjadi renungan bagi diri, saya tidak tau dengan anda? Sudahkah kita memiliki Karakter yang tepat demi kesuksesan karir sedang kita jalani sekarang ?
Bogor 30 November 2009
